Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung H. Erwin, SE (wargabandung/edi kusman)

Pemerintah Revisi Aturan Zonasi, PPDB 2020 Harus Dievaluasi

KACAPIRING, wargabandung.com– Pemerintah telah merevisi aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020 dengan menerbitkan Permendikbud No.44 Tahun 2019. 

Untuk jalur zonasi ketentuan kuotanya paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah dengan mengacu pada jarak terdekat antara rumah siswa dengan sekolah yang dituju.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Erwin mengatakan, jalur zonasi sifatnya sangat subjektif dan berpotensi tidak memberikan azas keadilan bagi siswa.

Bila zonasi yang dimaksud dengan jarak terdekat dari sekolah dipastikan lulusan dari sekolah terdekat akan mengisi jalur zonasi secara penuh, karena bisa saja hampir semua lulusannya berdomisili di dekat sekolah yang akan dituju. Bagaimana dengan lulusan sekolah lain yang jarak rumahnya lebih jauh. Otomatis kesempatan untuk diterima dengan jalur zonasi hanya harapan kosong. 

“Ketentuan kuota jalur zonasi tidak bisa dijadikan acuan, kalau tidak ada parameternya,” ujar politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (14/5/2020).

Bercermin dari fakta tersebut, Erwin mengajak Pemkot Bandung melalui kewenangan Dinas Pendidikan memperjelas jalur zonasi agar mampu memberikan keadilan bagi siswa untuk dapat bersekolah sesuai pilihan. Untuk itu penting jalur zonasi tetap menerapkan kuota berdasarkan perankingan yang diberikan menjadi kuota siswa yang akan diterima.

“Aturan kuota jalur zonasi rawan sekali, karena yang dekat yang diterima. Bila memungkinkan, setiap sekolah harus punya kuota masing-masing tidak zonasi murni. Kalau tidak, sudah pasti siswa sekolah yang dekat dengan sekolah yang dituju mendominasi semua kuota,” ungkap Erwin.

Seperti diketahui sesuai Permendikbud No: 44 Tahun 2019 tentang PPDB 2020. Jalur zonasi 50 persen, jalur prestasi 25 persen (kategori akademik maupun non akademik), jalur afirmasi 20 persen, perpindahan tugas orang tua/wali sisiwa 5 persen. 

Ditegaskan Erwin untuk jalur zonasi tidak boleh kurang dari 50 persen namun yang mendapatkan jatah seperti kita ketahui tetap berdasarkan lokasi siswa terdekat. 

“Untuk PPDB SMA/SMK tidak ada titik koordinat tetap. Sementara untuk jalur prestasi 30 persen sesuai Permendikbud harus kita sama-sama jaga agar sesuai dengan kuotanya,” pungkas Erwin. (edikus)

Baca juga: DPRD Jamin Peserta Didik Baru Lewat Rekomendasi RT - RW

POSTING KOMENTAR